April 23, 2021 By pcinfinity.net 0

Karangan Bunga dari Masa ke Masa: Simbol Perasaan sampai Spiritual

Karangan bunga umumnya nampak dikala terdapat upacara perkawinan, ulang tahun, peresmian sesuatu tempat, ungkapan duka cita serta yang lain. Terdapat ungkapan yang mau di informasikan dari bahasa bunga dalam karangan tersebut.

Karangan bunga masuk dalam bagian seni merangkai bunga yang disusun dalam bermacam wujud kreatif. Rangkaian bunga jadi simbolisme tertentu, tergantung pada pemilihan tipe bunga. Dalam budaya di sebagian negeri Asia serta Timur Tengah, menyangka bunga tertentu selaku perihal suci serta berhubungan dengan spiritual. Sedangkan di masa Victoria, bunga mempunyai makna spesial. Semacam bunga chamomile selaku ungkapan kesabaran dari pacar pada pendampingnya.

 

Dari beberapa data yang dikumpulkan Karangan Bunga Medan seni buat merangkai bunga berasal dari Mesir semenjak 2500 tahun saat sebelum masehi. Dari artefak yang ditemui oleh arkeolog, nampak karangan bunga dalam vas. Rangkaian riasan dengan bunga pula nampak dari relief pada mumi. Bunga- bunga tersebut selaku simbol relijius sekalian kesucian.

Seni karangan bunga setelah itu terus tumbuh sampai ke Yunani Kuno serta Kerajaan Romawi. Mereka begitu tertarik pada karangan bunga serta mengenakan tipe bunga terbaik. Untuk orang- orang Yunani, karangan bunga ialah simbol untuk kekuasaan, kesetiaan, pengabdian serta kehormatan. Sebaliknya orang Romawi menyangka karangan bunga selaku lambang kemenangan militer serta menghormati kemenangan komandan yang baru saja perang.

Wujud dari karangan bunga pada masa itu mempengaruhi wujud yang terdapat dikala ini. Wujud lain dari karangan bunga di masa Romawi yang populer ialah digunakan pada kepala.

Berkembangnya era ikut pengaruhi wujud dari karangan bunga. Pada masa Renaissance( tahun 1400 sampai 1600), desain karangan bunga ikut mencirikan mulainya masa kemajuan di eropa. Style karangan bunga masa Renaissance dipengaruhi style klasik Yunani, Romawi serta Bizantium. Pada masa ini, orang- orang di Eropa begitu menikmati rangkaian dengan banyak bunga. Mereka banyak memakai karangan bunga di gereja- gereja. Bunga yang sangat banyak digunakan ialah mawar serta lily.

Setelah itu pada abad ke- 18, di Belanda, rangkaian bunga digunakan buat menghiasi rumah- rumah para pejabat serta keluarga kaya. Kerutinan ini pula ikut menyebar di Inggris. Tipe rangkaian bunga yang terkenal dikala itu ialah” Tussie- Mussie ataupun Posy”. Rangkaian bunga tussie- mussie merupakan buket bunga melingkar yang bawa arti simbolis bersumber pada bahasa bunga. Bunga yang diberikan hendak mewakili perasaan tertentu.

Merambah masa moderen pada abad ke- 20, karangan bunga terus menjadi bermacam- macam wujud serta jenisnya. Mulai dari bouquet, standing flower sampai karangan bunga yang dibangun memakai papan. Semacam yang nampak di Balai Kota DKI Jakarta belum lama waktu ini.

Baca Juga : Media Sosial: Penafsiran, Tipe, Guna, serta Contoh

Terdapat nyaris 1. 000 lebih karangan bunga yang membanjiri Balai Kota. Karangan bunga tiba dari masyarakat yang diperuntukan spesial buat Gubernur serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama( Ahok) serta Djarot Saiful Hidayat. Tulisan pada karangan tersebut bermacam- macam serta rata- rata bernada baper( membawa perasaan), meminjam sebutan kekinian yang digunakan kanak- kanak muda dikala ini.

Sebagian besar masyarakat mengatakan rasa terima kasih kepada Ahok- Djarot yang sudah bekerja buat membenahi Jakarta. Sebagian lagi merasa kehabisan karena duo petahana itu bakal berakhir masa jabatannya pada Oktober 2017 mendatang. Digantikan oleh Anies Baswedan- Sandiaga Uno selaku pemimpin baru di DKI Jakarta.( nkn/ fjp)